Header Ads

Kyai : Warga NU Harus Coblos 01, Kalau Tidak Mau, Keterlaluan!


Kubu calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga mengkritik pernyataan Ma'ruf Amin yang menyatakan keterlaluan jika warga Nahdlatul Ulama (NU) tidak memilih dirinya dan Joko Widodo pada Pemilihan Presiden Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferdinand Hutahaean menilai pernyataan itu menunjukkan cawapres pendamping Joko Widodo itu sedang panik.


"Saya pikir Ma'ruf Amin mulai panik dan menekan masyarakat NU untuk memilihnya," ujar Ferdinand Hutahaean kepada SINDOnews, Jumat (25/1/2019). (Baca juga: Ma'ruf Amin: Kalau Ada Warga NU yang Tak Pilih 01, Keterlaluan)

Bahkan, kata dia, di dalam satu rumah, seorang ayah tidak bisa memaksa istri atau anaknya memilih calon tertentu. Memilih adalah hak demokrasi setiap manusia yang harus bebas dari tekanan sekecil apa pun.

"Yang disampaikan oleh Ma'ruf Amin adalah salah, melanggar etika demokrasi dan bentuk pemaksaan kehendak secara halus dalam demokrasi," ujar politikus Partai Demokrat ini.

Dia melanjutkan, semua orang bebas memilih siapa pun dan tidak boleh dipaksa walaupun secara halus dengan kata keterlaluan.


"Tidak baik untuk demokrasi dan kita meragukan komitmen Jokowi Ma'ruf untuk menjaga demokrasi jika begini. Bahaya, jangan jangan nanti dipaksa semua orang," tuturnya.

Saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bravo-5 Jawa Timur di Hotel Samator, Kamis 24 Januari 2019, Ma'ruf Amin mengatakan keterlaluan jika ada warga NU yang tidak memilih Jokowi-Ma'ruf. Apalagi Jatim merupakan basis terbesar NU.

“Kalau ada warga NU yang tidak pilih 01, keterlaluan,” ujar Ma'ruf


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :




loading...





Tidak ada komentar