Header Ads

Kisah Nyata Cebong Tobat, "Gila rezim now bang"


Ngga ada angin ngga ada hujan, apalagi dengan kisah celana dalam (warna ungu). Tapi tiba-tiba saja kawan lama yang pentolan Cebong tingkat Kecamatan itu datang.

"Saya memutuskan Golput, Pilpres April nanti bang", kata Kawan itu. Kita sebut saja namanya Junet. Eh, maaf itu nama asli bro. Sesuai etika jurnalistik namanya kita samarkan jadi si Kumbang.

"Wot heppen bro", kata saya sambil mempersilahkan dia duduk.

"Gila rezim now bang, kemarin katanya akan ada solusi buat kami para Petani karet. Karet bakal dijadikan campuran aspal. Tapi sampai sekarang harga karet masih hancur. Bahkan harga sawit juga ikut babak belur, padahal cuma ada lima batang dibelakang rumah buat biaya makan kami sehari-hari selama ini"

"Lha dari dulu kan sudah saya bilangin. Beliau ngga punya kemampuan dibidang ekonomi kerakyatan. Muka merakyat bukan jaminan kebijakannya bakal pro rakyat. Beliau orang baik tapi ram dan kapasitas memory beliau terbatas. Ibarat hengpong cina, memorinya cuma satu giga tidak bisa dipaksakan banyak Aplikasi. Bisa ngehang dan kacau sistem operasi hengpongnya. Tekan tombol panggilan malah keluar aplikasi Kamera. Kacau kan, seperti sekarang...."

"Tapi selama ini kita kan ngga tahu bang?"

" Iya, saya paham. Masyarakat kita masih mudah tergoda iklan dan casing luar. Padahal sederhana aja. Kalau hengpong kita lihat Chipset, maka manusia kita ukur dari IQ. Kalau ngomong aja belepotan berarti chipsetnya murahan. Apalagi kalau ada pengakuan IP-nya masa kuliah dulu cuma dua. Bai de wei kenapa "you" jadi Golput, kenapa ngga milih lawannya?"

"Kalau Pak Jokowi aja ngga sanggup. Apalagi Pak Prabowo bang?".

"Inilah kesalahan logika kalian para Cebong. Kalian menempatkan standard  Pak Jokowi terlalu tinggi, padahal kemampuannya cuma biasa-biasa saja. Prestasinya lebih banyak di sulap media. Lihat saja Solo, apakah selama beliau jadi Walikota selama dua periode berhasil membuat Solo jadi makmur?, ngga kan... Malah tingkat kemiskinan masih tinggi disana. Terus beliau naik jadi Gubernur Jakarta, apakah macet dan banjir teratasi sesuai janji?, sama sekali tidak pernah bukan..?"

"Tapi paling tidak beliau pernah jadi Walikota dan Gubernur bang. Sementara Pak Prabowo belum pernah punya pengalaman di bidang Pemerintahan "

" Ok. Pertanyaan saya Bung Karno hebat ngga?"

"Hebat bang"

"Apa beliau pernah berpengalaman di Pemerintahan sebelum jadi Presiden. Tidak pernah Ferguso !!!,  Begitu juga dengan Pak Harto, Gusdur dan Bu Megawati. Mereka ngga punya pengalaman dibidang Pemerintahan sebelum menjabat Presiden. Tapi bagi kalian para Cebong, Bung Karno, Gusdur dan Bu Megawati itu Presiden yang sukses. Berani bilang Bu Mega, Presiden gagal?
Kamu pahamkan kalau jabatan Walikota dan Gubernur itu jabatan Politik, mereka dipilih. Kalau pemilihnya kebanyakan orang bodoh maka bisa terpilih pemimpin yang bodoh juga. Sebaliknya Pak Prabowo itu jebolan Akmil, Akabri jaman dulu. Akabri itu orang-orang pilihan yang terpilih karena prestasi dan tingkat intelektual diatas rata-rata. Ngga bisa sembarang orang. Sebaliknya semua orang termasuk orang bodoh bisa jadi walikota, gubernur bahkan Presiden, termasuk kamu. Tapi tidak bisa sembarang orang apalagi orang bodoh jadi Akabri".

"Iya juga bang ya..."

"Lha iya"

" Kenapa saya dan kawan-kawan ngga pernah kepikiran sampai kesitu selama ini ya bang".

"Karena kamu Cebong. Dan Cebong itu wajib bodoh. Paling tidak kalau pun kamu khilaf sudah pasti berubah dan ganti pilihan begitu sadar salah pilih".

"Iya bang. Sekarang saya sadar dan mengaku khilaf. Tapi saya tetap putuskan Golput ...!!!"

"Tidak apa-apa. Paling tidak kamu selangkah lagi sudah mulai kembali jadi manusia". Saya tepuk bahu kawan itu dan pura-pura tidak tahu kalau keputusan golput-nya karena kepentingan. Dia punya jabatan di ***JO, dan konon bayarannya lumayan.

Makanya saya berulangkali katakan, pendukung Pak Jokowi belum tentu akan memilih-nya di Pilpres nanti. Kepentingan Kantong penting tapi nurani tidak bisa mereka bohongi. Semoga kau membaca tulisan ini bro Kumbang dan kumbang-kumbang serta mawar-mawar lainnya.

#TirikYaluk
#KomunitasKomunikasiCintaIndonesia

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar