Header Ads

Bupati Purbalingga Bocorkan Aliran Dana Dari Ganjar dan Utut, Ganjar : Salah saya di mana?


Bupati Purbalingga yang terjerat OTT KPK, Tasdi mengakui ada aliran dana dari Ganjar serta Utut. Dana tersebut belum sempat terpakai. Lantaran ia keburu keciduk Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 4 Juni 2018. Padahal, duit itu rencananya ia gunakan untuk acara buka bersama antar kader PDIP 10 Juni 2018.

Sebagaimana diketahui, Tasdi sendiri didakwa menerima suap dan gratifikasi dari berbagai pihak saat menjabat sebagai Bupati Purbalingga. Dalam kasus suap, ia disebut menerima Rp 115 juta dari Rp 500 juta yang dijanjikan dalam proyek pembangunan Islamic Center tahap 2 senilai Rp 22 miliar. Sedangkan dalam kasus gratifikasi, dia didakwa menerima uang Rp 1,4 miliar dan USD 20 ribu.

Tasdi dijerat dengan dakwaan kumulatif, yaitu pasal 12 huruf a dan pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan diganti menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001. Yaitu, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Saat dikonfirmasi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan sikap santai pascanamanya disebut kembali pada sidang kasus suap dan gratifikasi yang melibatkan Bupati Purbalingga Nonaktif, Tasdi. Ganjar justru berterima kasih kepada terdakwa yang sudah mau mengaku di persidangan, Senin (7/1) siang tadi.

Ganjar sedianya tak menampik pernyataan eks Ketua DPC PDIP Purbalingga itu saat disidang di Pengadilan Tipikor Semarang. Memang benar dia memberikan uang senilai Rp 100 juta ke Tasdi, namun diserahkan secara sukarela. Bentuknya sumbangan melalui konsep gotong royong antar internal partai PDIP.

Karena, sebagaimana diketahui, pada pernyataan Tasdi beberapa waktu lalu, uang yang diterimanya dari sejumlah pihak, termasuk Ganjar, adalah duit yang digunakannya untuk memenangkan Ganjar-Yasin pada Pilgub Jateng 2018 silam. Bahkan, ada nama Wakil Ketua DPR RI Utut Adianto pula sebagai salah satu penyumbang. Grand Master Catur itu sendiri merupakan kader PDIP.

"Saya kan calon (gubernur). Seingat saya waktu itu mau ada acara deklarasi atau apa. Saya kemudian gotong royong. Sebagai calon ya gotong royong, salah saya di mana?" kata Ganjar santai saat dijumpai di Wisma Puri Gedeh, Kota Semarang, Senin (7/1) malam.

Deklarasi yang dimaksud adalah, deklarasi Pemenangan Ganjar-Yasin untuk Pilgub Jateng 2018 di GOR Mahesa Jenar, Purbalingga, Selasa (27/3) silam. Acara ini dihadiri lebih dari empat ribu kader, termasuk perwakilan partai koalisi pendukung petahana.



Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar