Header Ads

Kesaksian Seorang Peserta Reuni 212 Ini Bikin Kita Menangis Haru


Saudara....Aku berada diantara jutaan kerumunan itu. Betapa kecilnya diri ini. Bagaikan butiran debu dihamparan lautan manusia.

Reuni hari ini  jauuhhh dari kesempurnaan. Sound sistem yang pyar pet...pyarr pet. Live streaming yang tiba-tiba menghilang. Sinyal hape pun ikutan kabur.

Kalau saudaraku yang hadir di Monas kali ini menuntut kesempurnaan Sudah pasti banyak yang kecewa. Panas dan marah-marah.

Tapi maa syaAllah....kami bener-bener ikhlas karena Allah membawa pesan damai bagi dunia. Sehingga menyikapi segala kekurangan dengan tetap tertib dan tenang. Pada saat Live Streaming terhenti. Pàra hadirin beristighfar dan bersholawat.

Tiba-tiba angin semilir menerpa wajah-wajah kami.....sejukkk menjalari relung hati. Subhanallah.

Semerbak wewangian entah dari mana, menyatu bersama hembusan lembut angin.

Ku lihat saudara-saudaraku dibarisan depan berdiri tanpa dikomando. Dan bendera Tauhid raksasa melintas di atas kepala-kepala kami. Air mata luruh....mengalir deras menganak sungai.

Belum lagi tulisan langit, membentuk lafadz Sang Maha Agung. Allah… Begitu luar biasa kuasamu di hari itu. Serentak kami semua bertakbir, memuji-Mu.

Pedagang kecil ramai-ramai menggratiskan dagangannya. Mereka berebut ingin bersedekah.

Saudara dari Sumbar yang menyewa pesawat demi bergabung bersama saudara dari belahan Indonesia lainnya. Allah…

Ketika acara usai, jutaan massa tertib membubarkan diri. Sambil memungut sampah disekitar.

Ya Allah....beri kami kekuatan untuk menjaga Tauhid. Biarkan Liwa dan Arrayan  menghiasi bumi pertiwi. Sebagai simbol ketundukàn kami pada pemilik bumi. Aamiin.




Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar