Header Ads

Heboh Video Masjid Disegel di Morowali, Begini Faktanya...


Sebuah video tentang penyegelan masjid beredar di media sosial dan media pesan whatsapp.

Narasi yang menyertakan video itu menyatakan bahwa penyegelan masjid terjadi di Morowali Mandar, Sulawesi Tengah. Selain itu, dari narasi yang menyertai video itu menyiratkan bahwa peristiwa penyegelan itu baru saja terjadi.

Setelah dilakukan penelusuran, ternyata peristiwa tersebut tidak terjadi di Morowali Mandar, melainkan di Desa Parakansalak, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Nama masjid yang disegel ialah Masjid Al-Furqon. Selain itu, penyegelan itu juga terjadi pada Juli 2016, bukan baru saja terjadi.

Dilansir dari viva.co.id dan rappler.com, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Polisi Yusri Yunus menyatakan, penyegelan Masjid Al-Furqon dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). “Penyegelan itu oleh Satpol PP Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Yusri menuturkan, penyegelan itu juga dikawal aparat kepolisian dan jajaran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sukabumi, serta aparat desa setempat. “Penyegelan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Bupati Sukabumi sebagai tindakan hukum karena JAI melanggar Perda Sukabumi nomor 10/2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat,” kata Yusri.

Adapun, dilansir dari republika.co.id, dan poskotanews.com, menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sukabumi, Dadang Eka Widianto, penyegelan tersebut dilakukan karena permintaan warga sekitar masjid. “Penyegelan ini karena ada permintaan dari warga sekitar Masjid Al-Furqon di Kecamatan Parakansalak dan penyegelan ini untuk mencegah konflik yang terjadi di masyarakat,” kata Dadang.

Ia juga menjelaskan, tindakan yang dilakukan  tersebut sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 10/2015 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Selain itu, penyegalan ini dilakukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Menurut dia, ada kekhawatiran dari pihaknya seperti menimbulkan reaksi yang berujung pada gejolak. Penyegelan ini juga terkait pengaduan warga sejak Ramadhan lalu yang dikarenakan aktivitas Jemaah Ahmadiyah yang semakin terbuka.

Dadang juga menyatakan, pihaknya juga akan terus memantau perkembangan pascapenyegelan ini, jika ada pelanggaran dari pihak Ahmadiyah seperti membuka paksa segel, maka akan ada sanksi sesuai aturan yangt berlaku. “Kami mengimbau agar mematuhi peraturan yang berlaku, jangan sampai terjadi gejolak pascapenyegelan ini,” tambah Dadang.

Penyegelan Masjid Al-Furqon itu mendapat perlawanan dari pihak Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Keberatan atas penyegelan itu dituangkan pihak JAI dalam siaran pers yang terdapat di ahmadiyah.id. Berikut kutipan siaran pers tersebut:

Dari berbagai penjelasan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa video penyegelan yang tengah beredar di media sosial dan media pesan Whatsapp per Desember 2018 ini bukan terjadi di Morowali Mandar, Sulawesi Tengah. Kejadian sebenarnya terjadi di Sukabumi, Jawa Barat pada Juli 2016 dan bila mendengarkan pembicaraan bapak dalam video di menit awal terdengar jelas ia menyebutkan “Kabupaten Sukabumi.”

Berdasarkan hal itu, maka video penyegelan masjid itu masuk dalam kategori disinformasi. Perisitiwanya memang pernah terjadi namun terjadi pemelintiran seolah-olah baru terjadi di Morowali.
(tbh) 

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar