Header Ads

Umat Islam itu Pemarah dan terlalu Lebay


Di suatu Universitas, di dalam Kelas seorang Dosen yang terkenal liberal mulai berceramah.

Namun ia tidak langsung masuk ke mata kuliahnya. Ia justru berbicara tentang fenomena umat Islam yang menurutnya pemarah.

Ada yang memprotes adzan, marah. Ada yang membakar Al Qur'an, marah. Ada yang melecehkan Al Maidah 51, marah. Padahal menurutnya, yang dibakar itu hanyalah kertas. Sedangkan Al Qur'an yang sebenarnya ada di LAUHUL MAHFUDZ. Tak bisa di bakar. Tak bisa dilecehkan.

"Saya benar-benar heran dengan umat Islam. Terlalu lebay, menurut saya.

Hanya karena ada yang menginjak mushaf Al Qur'an, mereka marah lalu ribuan orang menggelar demonstrasi di mana-mana. Padahal yang dibakar itu cuma kertas. Hanya media tempat menulis Al Qur'an. Al Qur'an aslinya ada di lauhul mahfudz", kata dosen itu.

“Saya pikir para mahasiswa harus dicerdaskan soal ini."

Ruang kuliah itu hening beberapa saat.
Sebagian mahasiswa agaknya setuju dengan pemikiran sang dosen.

Hingga kemudian, seorang mahasiswa yang dikenal cerdas mengacungkan tangan.
"Memang Al Qur'an itu, hakikatnya ada di lauhul mahfudz," katanya sambil berjalan mendekati dosen.

"Maaf, Pak. Boleh saya melihat makalah ilmiah karya Bapak?"

Wajah mahasiswa lainnya menegang. Mereka khawatir akan ada insiden yang tidak terduga antara mahasiswa yang dikenal sebagai aktivis dakwah itu dengan dosenya yang liberal.

"Makalah ini bagus Pak,"

Wajah-wajah yang tadinya sempat tegang kini normal kembali. Namun itu hanya sesaat, karena setelah itu mahasiswa tersebut melempar makalah ke lantai kemudian menginjaknya.

"Sayang sekali analisanya kurang komprehensif."

Tak cukup menginjak. Ia ludahi makalah itu kemudian ia injak-injak lagi. Praktis makalah tersebut menjadi kotor dan rusak.

Di dekatnya sang dosen melotot. Mukanya merah padam. Kedua telapak tangannya menggenggam erat.

"Kurang ajar....!!! Kamu menghina karya ilmiah saya. Kamu menghina pemikiran saya,"
Kata sang dosen sembari melayangkan tinjunya ke arah mahasiswa. Namun dengan cekatan mahasiswa itu menangkisnya.

"Marah ya Pak?
Saya hanya meludahi kertas.
Saya hanya menginjak kertas.
Saya hanya melecehkan kertas.
Saya tidak melecehkan pemikiran Bapak karena pemikiran Bapak ada di kepala Bapak.
Saya kan tidak menginjak kepala Bapak.
Saya pikir Bapak harus dicerdaskan soal ini."

Mendengar itu, sang dosen tak bisa berkata apa-apa lagi. Ia seperti mendapatkan serangan balik yang mematikan.. segera buku-bukunya dikemasi dan ia meninggalkan ruang kuliah itu dengan muka merah padam.

Semoga tambah ilmu pengetahuan untuk kita semua. Mari jaga Al Qur'an !!!

Demikian juga dengan bendera Tauhid hanya Kain Hitam dan Kain Putih. Hanya bertuliskan Syahadat.

Itulah untuk menangkal pemikiran-pemikiran liberal, sekuler, pluralis.

Semoga bermanfaat.
Bila bermanfaat Silahkan di like and share.


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar