Header Ads

TERBONGKAR! Uang Suap Asiong Ngalir ke Tim Pemenangan Djarot


Sidang lanjutan dugaan suap Effendi Syahputra alias Asiong kepada bupati non-aktif Labuhanbatu Pangonal Harahap kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan pada Kamis (1/11/18).

Sidang yang berlangsung pagi hari tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan dua saksi pertama.

Kedua saksi tersebut adalah orang terdekat Pangonal Harahap yakni Yazid Anshori Hasibuan (adik ipar) dan Thamrin Ritonga selaku tim sukses dan orang kepercayaan.

Jalannya sidang, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yang dipimpin Irwan Effendi menanyakan peran dan pengetahuan terdakwa terhadap kedua saksi tersebut terkait aliran fee sejumlah proyek di Kabupaten Labuhanbatu.

"Saya pernah tahun 2016 disuruh Pangonal Harahap ambil cek dari terdakwa (Asiong) sebesar Rp 5 Miliar. Tahun 2017 ada Rp 7 Miliar. Itu uangnya atasnama perusahaan untuk proyek yang dikerjakan," ucap Yazid dalam persidangan.

Sementara, saksi lainnya, Thamrin Ritonga, orang kepercayaan sekaligus tim sukses Pangonal Harahap turut ditetapkan sebagai tersangka mengaku sempat bertemu dengan Asiong dan Pangonal di Pendopo.

"Kami pernah bertemu bertiga di hotel Angkasa Rantau Parapat. Gak ada cerita proyek kalau untuk proyek yang saya tahu si Rizal yang atur. Si Rizal itu Timses juga pak Hakim," ucap Thamrin Ritonga yang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka terakhir pada Selasa 9 Oktober 2018.

"Saya pernah memang mencairkan cek dari Asiong ke Bank Sumut atas perintah Pangonal Harahap. Uangnya Rp 500 juta, kemudian saya diberikan Rp 30 juta," sambungnya.

Kepada Majelis Hakim, kedua saksi di persidangan mengetahui adanya kode-kode berbentuk huruf terkait proyek-proyek yang diserahkan Pangonal Harahap kepada Asiong.


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar