Header Ads

Polisi Himbau Aksi Tidak Dilakukan, Ribuan Santri Tetap Bentang Bendera Tauhid, Dihadiri Dandim


Meski sebelumnya, Polri menghimbau akar Aksi Bela Tauhid diurungkan karena rentan ditunggangi pihak lain,  ribuan santri di Sampang masih juga menggelar aksi tersebut.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, kasus pembakaran bendera yang diklaim sebagai tujuan gerakan demonstrasi esok telah selesai dan tak perlu diperpanjang lagi. Polri sudah memproses hukum terhadap pembawa dan pembakar bendera.

“Saya ulangi lagi, bahwa semua sudah clear (selesai), NU dan Muhamaddiyah sudah bikin rilis, juga sudah islah. Tuntutan penegakan hukum sudah dilakukan. Dua-duanya diproses. Sekarang tuntutannya apa," kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis malam, 1 November.

Setyo mengimbau, sebaiknya aksi itu diurungkan. Sebab kasus pembakaran bendera di Garut sudah diproses hukum. “Menurut saya tidak ada ini lagi, kecuali mereka punya agenda lain, ya. Memang punya agenda lain yang mau dimainkan, nanti kami lihat.”

Massa memadati Monumen Sampang Kamis (1/11). Santri dan ulama itu membentangkan bendera bertulis kalimat tauhid berukuran jumbo. Aksi damai itu dimulai pukul 08.40.

Ribuan pedemo membawa bendera bertulis kalimat tauhid dan bendera Merah Putih. Ada dua bendera berukuran 70 meter persegi yang dibentangkan.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Bakesbangpol Sampang Rudi Setiadi, Kapolres Sampang, dan Dandim 0828/Sampang. Ketua Aksi Damai sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Attaroqqi Karongan KH. Fauroq Alawi dalam sambutannya mengatakan, kalimat La Ilaha Illallah adalah kalimat tauhid yang ditanam di dalam hati dan akan dibawa menghadap Allah.

Karena itu, pihaknya meminta kepada aparat kepolisian mengusut tuntas oknum yang membakar bendera kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat. Pihaknya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta dan pihak terkait yang ikut menyukseskan acara tersebut.

”Saya meminta kegiatan kali ini, aksi cinta damai dan aksi cinta kepada kalimah tauhid. Karena kalimat tauhid membawa ketenangan dan kesejukan dalam hati,” pintanya.

”Aksi ini adalah aksi damai. Kami meminta kepada parat kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku pembakaran bendera kalimat tauhid,” sambungnya.

KH. Yahya Hamiduddin menambahkan, aksi tersebut tidak lain merupakan salah satu bentuk kecintaan ulama dan santri terhadap kalimat tauhid. Pihaknya tidak mengumbar kebencian kepada pihak mana pun. Baik kelompok golongan atau ormas tertentu.

”Ini murni bentuk cinta dan muhabah kita kepada kalimat tauhid La Ilaha Illallah yang perlu dan wajib kita suarakan,” katanya.

(mr/rul/onk/bas/JPR)

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar