Header Ads

Politikus PDIP : Jokowi Titisan Allah dan Ditakuti di Dunia, Terbukti!


Kharismatik Presiden Joko Widodo dalam menangani setiap masalah mendapat pengakuan dunia.

Karakternya yang tenang tapi menghanyutkan dengan kerja nyatanya membuat dunia keder alias gemetar dengan sosok Jokowi.


Demikian diungkapkan oleh politisi PDIP Imam Suroso di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (1/10).


“Biasanya kan kalau ada presiden dihina, dikritik langsung diculik, ngamuk. Itulah yang dunia keder lihat Jokowi,” ucap Imam.


Dia menjelaskan segala tuduhan kepada Jokowi mulai dari PKI, antek Cina, tidak peduli dengan rakyat dan lain-lain hanya dibalas dengan senyuman dan ketawa.


“Jokowi kalau dihina rakyat dia hanya ketawa. Tapi di balik ketawa, dia melakukan sesuatu,” tambah politisi yang juga paranormal ini.


Hal itulah yang menjadi anggapan bahwa Jokowi merupakan titisan Allah untuk menyelamatkan NKRI.


Demikian disampaikan politisi PDIP Imam Suroso saat ditemui di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (1/10).


“Jokowi itu mungkin titisan Allah untuk menyelamatkan NKRI. Mentalnya hebat dan dia dari orang miskin,” ungkap Imam.

Anggota Komisi IX DPR tersebut menegaskan hal itu terbukti dalam riwayat Jokowi yang lulus kuliah dari UGM langsung merantau untuk cari kerja hingga ke Aceh.

“Lulus dari UGM langsung cari kerja, ini kan bukti kalau dia bukan dari orang yang berada. Akhirnya ke Aceh jadi tukang kaso,” tambahnya.

Ketika tanggal 21 September lalu, saat pengundian nomor urut, Imam semakin yakin bahwa Jokowi merupakan orang yang dipilih Allah untuk memimpin Indonesia ketika mendapatkan nomor 01.

“Itu (nomor 01) tandanya optimis, maknanya sebagai sang juara, ini berkat doanya Pak Kiai Ma’ruf,” beber Imam Suroso.

Menurut Imam Suroso, Jokowi adalah orang yang tepat untuk mengembalikan kejayaan Indonesia saat ini. Kebijakan dan tingkah laku Jokowi membuat negara-negara lain gemetar.

“Lihat saja Freeport, Amerika juga tidak bisa apa-apa, Australia juga waktu warganya dihukum mati. Walaupun sudah diancam-ancam, Jokowi tetap ‘medeni wong’ (menakutkan orang),” pungkas Imam Suroso. [jto]


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar