Header Ads

Pesatnya Perkembangan LGBT di Palu, Gelar Pesta 5eks Hingga Pemilihan Miss Waria


Termaktub di kitab suci agama samawi (Yahudi, Nasrani dan Islam) bahwa prilaku menyimpang LGBT bisa mendatangkan bencana. Namun, hal tersebut kian ditinggalkan, karena alasan HAM. Zaman sekarang prilaku LGBT malah mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Di Sulawesi Tengah yang baru saja terjadi bencana gempa dan tsunami, perkembangan LGBT terjadi sangat pesat.

Tahun lalu, Forum Umat Islam (FUI) Sulawesi Tengah (Sulteng) pernah menggagalkan perayaan malam pergantian tahun dengan menggelar pesta 5eks di Kota Palu yang juga diikuti komunitas LGBT.. Sinyalemen ini disampaikan FUI, setelah melakukan penelusuran.

Baca : Makjlebbb!!! Ini Pesan Korban Gempa Lombok buat Sulawesi, "Jangan Terbuai Bantuan Palsu Pemerintah! "

Baca : Politikus PDIP : Jokowi Ditakuti Dunia Karena Dia Titisan Allah

Baca : Sumbar Dibanjiri Baliho Jokowi, Warga : Tapi Kami Tetap Pilih Prabowo!

Baca : Pemerintah Sebut Hoax Aksi Cepat Relawan FPI di Palu


“Penelusuran yang kami lakukan, baik melalui online, maupun cek dan ricek di lapangan. Kami mendapatkan indikasi adanya rencana kaum sodomi, bakal merayakan pesta 5eks yang mereka kamuflasekan dengan pesta khusus,” kata Humas FUI Sulteng, Abdurrahman.

Identifikasi awal, dengan menggunakan Internet Protocol Address (Alamat IP) dari grup yang diperoleh FUI.
“Dari alamat IP itu, kemudian kita ketahui kalau komunitas berbasis online itu, berada di Kota Palu. Dalam komunitas itu, disebarkan undangan untuk menggelar pesta khusus di malam pergantian tahun,” ungkap Abdurrahman, sambil memperlihatkan tangkapan layar (screenshot) komunitas gay yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Cyber Army FUI Sulteng.

Bukan hanya itu, Februari kemarin, Miss Indonesia Queen 2018 atau Miss Waria dijadwalkan diselenggarakan New Roy Entertainment di Kota Palu.

Ketua MUI Sulteng, Habib Ali Al-Djufrie di Palu, langsung menentang. Ia mengatakan kegiatan yang berbau LGBT sama sekali tidak bermanfaat bagi generasi muda di daerah itu.

"Kita tidak ingin kegiatan-kegiatan seperti itu diadakan lagi di Kota Palu walaupun LGBT itu ada. Kita bukan memusuhi," katanya usai memberi sambutan pada Musyawarah Daerah (Musda) ke VIII MUI Sulteng di Asrama Haji Transit Palu, seperti dilansir dari Antara.

Aliansi Mahasiswi Anti LGBT pada Maret 2018 juga pernah memaparkan pesatnya perkembangan LGBT di Palu. Menurut mereka, prilaku LGBT sudah terang-terangan di  Palu. Bahkan ribuan orang sudah bergabung di Grup Gay Palu.

Apakah ada kaitan antara bencana dengan prilaku LGBT? Mungkin banyak yang tidak pecaya, tapi sejarah dalam kitab suci sudah menerangkan dengan jelas. Itupun jika anda masih percaya dengan kitab suci. (bbs/tim)






Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar