Header Ads

Tegang! Ini Kronologi Ratna Sarumpaet Diusir Luhut Panjaitan dan Kapolres


Budayawan Ratna Sarumpaet ikut mengunjungi Pelabuhan Tiga Ras, Senin (7/2). Namun, tiba-tiba ia diusir dari Tenda Basarnas saat Tim SAR Gabungan bersama Menteri Koordinasi Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat singkat.

Pengusiran Ratna, berawal saat Luhut berdialog dengan Tim SAR dan keluarga korban. Ditengah dialog, tiba-tiba Ratna berbicara.

Ratna tidak terima jika Tim SAR menghentikan operasi evakuasi KM Sinar Bangun yang sudah berjalan selama 14 hari. Dia berpendapat itu urusan kemanusiaan.

"Ini bukan persoalan kalian, ini persoalan Nasional. Jangan ada yang berani menghentikan. Semua mayat diangkat baru boleh berhenti," kata Ratna yang mengaku sebagai perwakilan keluarga korban.

Setelah Ratna berbicara, tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri. Wanita yang mengenakan pakaian adat Batak itu langsung menyenggak Ratna.
Wanita itu pun langsung mengatakan, kalau Ratna tidak mengerti persoalan di Danau Toba.

"Saya lebih paham Danau Toba, jangan salahkan pemerintah. Masyarakat juga salah. Masyarakat juga ada salahnya, tidak membersihkan (Danau Toba)," teriak wanita yang merupakan warga sekitar Danau Toba itu.

Tidak mau kalah, Ratna pun menyampaikan argumennya. Dia kembali membalas. Bahkan Ratna menuding wanita itu sudah dibayar.

"Eh.. Kamu jangan mau dibayar," kata Ratna menunjuk ke arah wanita tersebut.

"Tidak. Saya tidak ada dibayar, saya juga keluarga korban,"timpal wanita itu.

Ratna pun mengatakan, dia ingin berbicara kepada Luhut. Mendengar itu, Luhut pun bangkit dan mengatakan tidak ingin berbicara kepada Ratna.
"Saya ngomong sama kamu nanti. Kamu bukan prioritas utama saya. Saya ingin langsung berbicara dengan keluarga korban, tanpa perwakilan," jawab Luhut.

"Kamu boleh ngomong macam-macam sama orang lain, jangan sama saya. Ngerti kau..," bentak Luhut dengan logat batak yang khas.

Suasana semakin panas. Kapolres Simalungun AKBP Liberty Panjaitan beraksi. Dia langsung meminta Ratna keluar dari tenda Basarnas.

Diberitakan sebelumnya, Tim SAR Gabungan sudah mati-matian berusaha mengevakuasi KM Sinar Bangun dari kedalaman 450 meter. Namun usaha itu ternyata sia-sia. Kendalanya, belum ada alat yang bisa menembus kedalaman dan mengangkat badan kapal.

Pencarian pun rencananya akan dihentikan Selasa (3/7). Keluarga korban sudah sepakat dengan keputusan itu. Nantinya akan dilaksanakan acara tabur bunga untuk mengenang para korban. Pemkab Simalungun juga sudah berjanji membuatkan monumen Tragedi KM Sinar Bangun.

(pra/JPC)


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar