Header Ads

Kepala BPS : Selain Beras, Rokok Bikin Tingkat Kemiskinan Meningkat


Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto menyebut, beras dan rokok merupakan komoditas yang berpengaruh besar pada tingkat kemiskinan masyarakat.

Naik turunnya harga dua komoditas tersebut sangat mempengaruhi inflasi dan kemampuan daya beli masyarakat.

"Komoditas yang besar pengaruhnya, beras di posisi pertama, kemudian rokok. Temuan ini selalu terjadi dari waktu ke waktu," ujar Suhariyanto dalam Forum Merdeka Barat di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Oleh karena itu, pemerintah sangat menjaga harga pangan, terutama beras yang menjadi komoditas pangan utama.

"Fluktuasi harga beras akan berpengaruh ke kemiskinan karena pengaruhnya cukup besar," kata Suhariyanto.

Namun, permasalahannya ada pada komoditas rokok. Selama ini, meski cukup mahal, harga rokok cenderung stabil dan tak mengalami fluktuasi. Kenaikannya biasanya bertahap dan terukur.

Suhariyanto menyebut rokok mempengaruhi tingkat kemiskinan karena sebenarnya bukan bahan makanan pokok, namun tingkat konsumsinya tinggi. Bahkan penduduk di bawah garis kemiskinan pun banyak ditemui masih mengkonsumsi rokok.

"Salah satu konsumsi besar dari penduduk miskin adalah rokok," kata dia.

Oleh karena itu, ia mendorong agar cukai rokok naik. Dengan demikian, harganya semakin mahal dan masyarakat, terutama yang taraf hidupnya rendah, berpikir ulang untuk membeli rokok.

"Ada wacana harga rokok ditingkatkan saja agar masyarakat miskin tidak beli rokok. Dan perlu edukasi bahwa rokok itu tidak sehat," kata Suhariyanto.
 (kompas)


Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar