Header Ads

Cara Jokowi Menghitung Utang Ditertawakan. "Rumus Matematika dari mana ya?"


Presiden Joko Widodo mengatakan, saat dirinya dilantik sebagai presiden tahun 2014 lalu, jumlah utang negara sudah mencapai angka Rp 2.700 triliun, dan wajib membayar bunga sebesar Rp 250 triliun setiap tahun.

Hal itu disampaikan Jokowi saat berbicara di Konvensi Nasional Galang Kemajuan di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Tapi, tanya Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, setelah empat tahun berjalan, mengapa jumlah utang negara malah bengkak menjadi Rp 4.800 triliun?

"Rumus matematika dari mana ya?" sambungnya.

Menurut Arief Poyuono, melihat jumlah utang saat ini Jokowi terlihat tidak mampu membayar angsuran dan pokok utang negara. Atau, jangan jangan utang dibayar utang.

Dia  juga mengatakan, Jokowi terlihat emosional dan tidak mau mengkoreksi diri. Juga, banyak jawaban yang tidak masuk akal.

Misalnya soal proyek pembangkit listrik yang direncanakan berkapasitas 35.000 Megawatt. Sudah tiga tahun dari 948 MW yang sudah commercial operation date (COD) alias beroperasi.

"Artinya baru 2,7 persen yang terealisasi selama tiga tahun dalam proyek infrastruktur listrik," tambah Arief.

Dia juga menyoroti infrastruktur jalan tol yang ditargetkan sepanjang 1.900 km. Tetapi sudah mau empat tahun, sepanjang 50 km saja belum ada yang selesai. [dem]

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar