Header Ads

EDAN!!! Polisi di Sulawesi Tengah Bubarkan Pengajian Ibu-ibu dengan Gas Air Mata


Eksekusi lahan di Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (19/3) berakhir ricuh. Aparat dengan gas air mata membubarkan paksa ibu-ibu yang tengah berzikir.

Beredar video eksekusi lahan di sosial media yang memperlihatkan puluhan ibu-ibu menggunakan mukenah dibubarkan paksa oleh personel Kepolisian berpakaian anti huru hara lengkap.

Menurut laporan sementara yang diterima, eksekusi lahan tersebut yakni antara pemda dan salah satu Sayangnya, lahan tersebut merupakan pemukiman penduduk dan terdapat majelis taklim.

Atas kejadian itu, Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin merasa tersinggung sebagai umat Islam atas tindakan bawahanya itu.

"Sekarang itu Karo Paminal Mabes Polri Brigjen Pol Teddy Minahasa sedang berada di TKP. Karena beritanya sangat dahsyat, sangat mengiris hati umat Islam," kata Wakapolri saat ditemui di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jumat (23/3).

"Apalagi ibu-ibu pengajian saya dengar itu ya, itu sangat membuat tersingung untuk umat Islam, dan saya langsung perintahkan. Begitu kejadian itu besoknya saya perintahkan (investigasi)," ujar Wakapolri.

Tindakan refresif aparat saat membubarkan paksa ibu-ibu dengan menggunakan gas air mata, menurutnya tindakan yang tidak sesuai prosedur tetap (protap) Kepolisian dalam menghadapi dan membubarkan massa.

"Jika hasil investigasi daripada Propam mengatakan demikian, akan saya copot Kapolresnya, dan akan diproses hukum," ancam Syafruddin.

Wakapolri melihat pemberitaan peristiwa ini di media online serta adanya laporan dari LSM sehingga membuat seolah tindakan Kepolisian dalam membubarkan massa itu merupakan tindakan yang tidak toleran.

"Pemerintah harus toleran terhadap masyarakat. Polri juga walaupun itu menegakan hukum, tapi harus berkeadilan. Oke saya berjanji untuk menuntaskan ini semuanya. Kita tunggu laporannya Senin," tutup Wakapolri. [rus/rmol]

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar