Header Ads

Polisi : Honggo Nggak Bisa Langsung Ditangkap... Tapi HRS Pernah Mau Dijemput Paksa


Beda perlakuan hukum terhadap buronan koruptor Rp35 T dengan kasus chat m3sum yang dituduhkan ke Habib Rizieq Shihab sangat jelas terlihat. Ketidakadilan yang terang-terangan ini membutakan mata seluruh rakyat Indonesia. Dan mematikan keyakinan akan keadilan di negeri ini.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto  dengan gamblang menjelaskan bahwa Mabes Polri tidak bisa langsung menangkap buronan kasus korupsi penjualan kondensat, Honggo Wendratno, meski ia diketahui benar-benar berada di Singapura.

"Karena dia ada di wilayah negara lain ya, kita harus melalui otoritas negara tersebut. Tidak mungkin kami langsung menangkap orang di negara lain," katanya di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (13/2).



Polisi telah mendapatkan indikasi kuat bahwa Honggo masih berada di Singapura, salah satunya dari peredaran foto mantan Direktur Utama PT Trans Pacific Petrochemical Indotama itu yang menggambarkannya tengah minum kopi di sebuah restoran.

Menolak Lupa : Polisi Akan Jemput Paksa HRS

Polisi akan mengeluarkan surat penjemputan paksa terhadap pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Surat tersebut rencananya akan dikeluarkan Senin, 15 Mei 2017, esok.

"Hari Senin besok baru kita keluarkan (surat penjemputan paksa) agar kemudian nanti penyidik mencari di mana yang bersangkutan berada," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Minggu (14/5/2017).

Argo mengaku pihaknya baru bisa mengeluarkan surat penjemputan paksa esok hari karena harus melalui prosedur yang berlaku di kepolisian. Sejauh ini, pihaknya masih mencari tahu keberadaan Rizieq Shihab.

"Kemarin sudah di Malaysia, belum tahu apakah masih di Malaysia atau tidak," kata dia.

Argo juga mengatakan, Polri akan tetap bekerjasama dengan kepolisian negara lain untuk mengetahui keberadaan Rizieq. (rmol/lip6)

Argo menuturkan, penjemputan paksa ini terkait kasus pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan Firza Husein. Rizieq sendiri masih berkapasitas sebagai saksi dalam perkara ini.

Argo memastikan, penjemputan paksa ini sudah sesuai standar prosedur yang berlaku. Sebab, Rizieq telah dua kali mangkir dari panggilan polisi. Argo juga memastikan tak ada upaya kriminalisasi yang dilakukan polisi terhadap Rizieq.

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar