Header Ads

Gara-gara Status "Tenggelamkan PDIP", Warga Medan Ini Ditangkap Polisi


Diduga menulis dan menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) di media sosial Facebook, pemilik akun bernama Coki Batubara diciduk oleh Tim Siber Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut.

Pria dengan nama asli Adri Batubara, SH (53) itu diamankan dari sebuah rumah toko yang beralamat Jalan Medan Area Selatan No. 219 D Medan, Rabu (14/2) sore.

“Saat diamankan, saudara Adri Batubara telah mengakui bahwa akun facebook yang bernama Coki Batubara miliknya,” kata Kabid Humas Polda Sumut Kombes Rina Sari Ginting, Jumat (23/2).

Lebih jauh Rina mengatakan, polisi juga telah memeriksa handroid tersangka yakni Samsung Galaxy J5 warna hitam. Dari pemeriksaan itu, kata Rina, benar bahwa akun facebook Coki Batubara terlogin di android tersebut.

Tim Siber Subdit II Ditreskrimsus Polda Sumut kemudian memboyong tersangka ke markas Ditreskrimsus Polda Sumut untuk menjalani pemeriksaan intensif dan forensik.

Diketahui, Adri Batubara punya alamat berbeda. Di KTP tertulis, alamat rumahnya di Jalan Pelapor No. 14 Pasar Merah Barat, Medan Kota. Akan tetapi alamat domisilinya di Jalan Medan Area Selatan No. 219 D Medan.

Adri ditangkap polisi lantaran menulis postingan bermuatan ujaran kebencian di grup Facebook AMK (Anak Medan Kompak) Sedunia. Ia menyebar kebencian kepada PDI Perjuangan. Begini postingannya. “Kita tenggelamkan sampai 3 x PDIP di Pilgu Sumut. Tiada maaf bagimu yang membela Ahok si penista agama dan memusuhi ulama. #Setuju..”

Postingan itu menggunakan teks warna putih dengan latar merah. Postingannya itu diganjar 528 reaksi netizen, 342 komentar, dan 10 kali dibagikan.



Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







1 komentar: