Header Ads

Bikin Berita HOAX, Media Indonesia Didenda Rp500 Juta


Dewan Pers memutuskan pemberitaan portal Media Indonesia (mediaindonesia.com) berjudul "Pemenang Tender Ditolak, SBY Bertindak" tidak sesuai kode etik jurnalistik. Dewan Pers menilai berita tersebut melanggar Pasal 1 dan 3 Kode Etik Jurnalistik, yaitu :

1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.

Demikian dikatakan Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon, Rabu (21/2). Sebelumnya Jansen mengadukan berita yang tayang di portal Media Indonesia pada Jum'at, 2 Februari 2018 pukul 09.55 itu karena dianggap tendensius dan menyudutkan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Dewan Pers memutuskan berita tersebut tidak berimbang, tidak uji informasi dan mengandung oponi yang menghakimi," kata Jansen.

Dalam keputusannya, Dewan Pers juga memerintahkan Mediaindonesia.com untuk memuat hak jawab dari pengadu disertai permintaan maaf kepada pengadu dan masyarakat luas selambat-lambatnya 3x24 jam sejak menerima konsep hak jawab dari pengadu dan ditautkan ke berita yang diadukan.

"Jika tidak melayani hak jawab dan ketentuan lain yang telah diputuskan oleh Dewan Pers, maka Media Indonesia dipidana denda sebanyak-banyaknya Rp 500 juta sebagaimana ketentuan Pasal 18 ayat (2) UU Pers No. 40 tahun 1999," tegas Jansen.

Jansen mengungkapkan pihak Media Indonesia menerima keputusan Dewan Pers. Dokume risalah penyelesaian perkara ditandatangani Gaudensius Suhardi selaku Deputi Direktur Pemberitaan Media Indonesia.

"Atas nama pengadu dan seluruh kader Partai Demokrat, mengucapkan terimakasih kepada Dewan Pers atas proses persidangannya yang cepat dan responsif ini. Sehingga polemik dan sengketa ini dapat cepat dan segera diselesaikan," ucap Jansen.

Jansen mengamini pernyataan Gaudensius dalam sidang etik bahwa Media Indonesia adalah sahabat Partai Demokrat, dan munculnya persoalan karena kurang saling kenal.

"Saya selaku pengadu dengan ucapan yang sama sepakat dengan ucapan Pak Gaudensius ini, bahwa semua media termasuk Media Indonesia adalah sahabat kami, sahabat Demokrat," kata Jansen.

Jansen menyampaikan pengaduan yang dilakukannya ke Dewan Pers adalah bagian dari tindakan sayang untuk mengingatkan rekan media dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya.

"Karena teman yang baik adalah teman yang berani mengingatkan kalau teman tersebut salah, agar kedepan semakin lebih baik lagi," tukas Jansen Sitindaon.[dem]

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar