Header Ads

Pesta G4y Kembali Digrebek, Sultan Brunei : Menjijikkan, Apakah Masih Ada Agama di Indonesia?


Terbongkarnya kembali pesta gay di Sauna dan Gym, Jakarta membuat tokoh muslim yang dihormati, Sultan Hassanal Bolkiah marah.

Sultan Kerajaan Brunei Darussalam yang menerapkan hukum rajam bagi kelompok homoseksual, pezina dan pelaku "kejahatan" seksual ini mempertanyakan agama yang dianut rakyat Indonesia.

"Setahu saya, di dalam agama samawi, praktek homoseksual sangat diharamkan. Sering terbongkarnya praktek menjijikkan ini di Indonesia membuat saya sering bertanya dalam hati. Apakah masih ada agama di Indonesia?," ujar Sultan terkaya ini.

Sultan Hassanal Bolkiah memuji penerapan hukum cambuk bagi para gay di NAD.

"Saya kira pemerintah Indonesia bisa menerapkan hukum cambuk seperti yang diberlakukan Aceh," sambungnya.

Dalam penerapan hukum Syariah Islam, Sultan Bolkiah mengatakan, eksekusi berlaku bagi siapa pun melakukan berbagai “kejahatan” seksual, termasuk sodomi, perzinahan dan pemerkosaan.

”Dengan karunia Tuhan, undang-undang ini berlaku. Tugas kita kepada Tuhan telah terpenuhi,” ucap Bolkiah pada konferensi hukum di Brunei setahun silam.

PBB sudah mengkritik adopsi hukum Syariah Islam oleh Brunei. Mereka menganggap hukum rajam seperti itu tidak memenuhi standar hak asasi manusia internasional.

”Di bawah hukum internasional, merajam orang sampai mati merupakan penyiksaan atau perlakuan kejam, tidak manusiawi atau merendahkan perlakuan hukum,” kata juru bicara Komisi Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Rupert Colville.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek 51 pemuda saat asyik pesta gay di tempat Sauna dan Gym. Saat digerebek, puluhan pemuda itu sedang asyik melakukan "hubungan badan".



"Makanya ada laporan dari masyarakat gitu, mereka diduga sedang "gituan" dikamar-kamar," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Tahan Marpaung di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/10/2017).

Tahan mengatakan, pada saat masuk ke tempat tersebut para pengunjung diwajibkan membayar Rp165 ribu. "Bayar Rp 165 ribu, itu dikasih alat kontrasepsi dan pelumasnya," sambungnya.

Pada saat ke tempat tersebut, para pengunjung biasanya membawa pasangan sesama jenis dari luar atau bisa memesan di tempat tersebut.

"Ini tempat Spa dan Gym bisa sendirian bisa berdua, sudah pasangan kemudian dia masuk ke tempat Spa itu," ungkapnya.

Tahan menegaskan, atas ulahnya para tersangka yang menyediakan tempat tersebut dikenakan pasal Undang-undang pornografi Pasal 30 juncto dengan ancaman 6 tahun penjara.

(wal)

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar