Header Ads

TERBONGKAR! Sejak 2015, Israel Pasok Senjata dan Melatih Tentara Myanmar

Sejak operasi militer Myanmar diluncurkan di Rakhine Oktober lalu, sejumlah sumber menggambarkan adegan pembantaian warga sipil, penculikan dan pemerkosaan, serta seluruh desa yang terbakar. Militer terus melakukan kejahatan perang dan pelanggaran hukum internasional hingga saat ini.

Terlepas dari apa yang diketahui saat ini, fakta mengejutkan terkuak dari laporan utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke negara tersebut serta sebuah laporan oleh para periset Universitas Harvard, yang mengatakan bahwa pemerintah Israel bertanggungjawab memasok senjata pembunuh massal ke Myanmar.

Salah satu kepala junta militer Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, mengunjungi Israel pada bulan September 2015 dalam sebuah "perjalanan belanja" dari produsen militer Israel.

Delegasinya bertemu dengan Presiden Reuven Rivlin serta pejabat militer termasuk kepala staf tentara. Ia mengunjungi pangkalan militer dan kontraktor pertahanan Elbit Systems dan Elta Systems.

Kepala Direktorat Kerjasama Pertahanan Internasional Kementerian Pertahanan - yang lebih dikenal dengan akronim bahasa Ibrani, SIBAT - adalah Michel Ben-Baruch, juga mengunjungi Myanmar pada musim panas 2015.

Dalam kunjungan yang sedikit liputan media tersebut, kepala junta mengungkapkan bahwa mereka membeli kapal patroli Super Dvora dari Israel, dan ada pembicaraan tentang pembelian tambahan.

Pada bulan Agustus 2016, sebuah foto yag diupload di situs TAR Ideal Concepts menyebutkan, sebuah perusahaan Israel yang mengkhususkan diri dalam memberikan pelatihan dan peralatan militer, menunjukkan pelatihan dengan senapan Corner Shot buatan Israel, bersamaan dengan pernyataan bahwa Myanmar telah mulai menggunakan senjata secara operasional.

Situs tersebut mengatakan bahwa perusahaan tersebut dipimpin oleh mantan Komisaris Polisi Israel Shlomo Aharonishki. Saat ini situs tersebut tidak membuat referensi khusus ke Myanmar, mereka hanya merujuk secara umum, ke Asia.

Caption Foto : Panglima Tertinggi Myanmar Jenderal Senior Min Aung Hlaing dengan kepala tentara Israel Gadi Eisenkot (L) di Tel Aviv, September 2015.

HAARETZ 

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar