Header Ads

Inilah Kisah Pembantaian Sadis di Rohingya yang Selalu Ditutupi Kaum Kecebong dengan Kata HOAX

Entah dendam apa yang merasuki kaum kecebong. Ketika banyak berseliweran di medsos tentang dukungan untuk Rohingya, jangankan bersimpati, mereka malah mati-matian menyuarakan bahwa kejadian di Myanmar tersebut adalah palsu dan hoax.

Ada juga kecebong yang mengatakan tragedi yang sudah menelan ribuan nyawa itu bukan terkait agama. Sah saja memang. Tapi apapun latarbelakangnya, tragedi Rohingya adalah tragedi kemanusiaan yang membuat ratusan ribu orang eksodus, ribuan meninggal, dan mereka semua kebetulan beragama ISLAM.

Tidak harus menjadi seorang muslim untuk merasakan kepedihan penderitaan rakyat Rohingya. Anda hanya harus menjadi seorang manusia.

Seperti inilah beberapa kasus kekejaman yang terjadi di Rohingya. Bayi usia 8 bulan dibunuh dan Ibu nya di perkosa lima orang. Lebih dari setengah wanita mendapat serangan pemerkosaan. Anak-anak termasuk bayi di injak-injak, dan dipotong menggunakan pisau. Desa di bakar. Rumah tak punya, hidup pun ketakutan.

Apa ini hoax? Sekedar informasi kejadian tadi saya kutip dari pernyataan PBB!

Jadi, janganlah skeptis ketika mendengar tragedi kemanusian di Rohingya, Palestina, Suriah maupun lainya karena itu nyata.

Memang ada beberapa foto yang tidak bisa dipertanggunkawabkan. Tapi juga banyak foto-foto dan video asli yang juga tragis.

Di rohingya sendiri 69 ribu orang kabur mencari keselamatan, 140 ribu lainya hidup di tempat kumuh yang kondisinya mengenaskan dan akses makanan, obat2an di blokir pemerintahnya sendiri sambil menunggu penyerangan selanjutnya.

Bahkan Media Time menulis: "One million Rohingya Muslims are facing state-sponsored Genocide". Dan banyak media lain menyebutkan ini adalah genosida dan etnic cleansing.

Mari kita bantu Rohingya dengan cara apapun yang kita bisa. Bisa donasi lewat ACT ataupun lainnya. Sambil terus memanjatkan doa. Bagus kalau di share agar perhatian kepada Rohingya meningkat.

Terakhir, kalau doa aja nda bisa, minimal jangan nyinyir

Sumber: Time, National Geographic, the independent, BBC, Al Jazeera, PBB

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar