MIRIS!!! 72 Tahun Indonesia Merdeka, Ada Rakyat Miskin Makan Kadal - Radar Pribumi

Header Ads

MIRIS!!! 72 Tahun Indonesia Merdeka, Ada Rakyat Miskin Makan Kadal


Apa yang dialami pasangan suami istri (pasutri), Tarsono (38) dan Triyani (19) sangatlah membikin hati miris. Telah dua bulan lebih, mereka berdua tinggal di kolong jembatan Kali Cenang yang berada di Jalur pantura.

Tetapi, lantaran kolong jembatan itu terendam air pasangBahari Jawa, keduanya pun menumpang di gubuk tambak milik Surip di perbatasan Desa Purwahamba dengan Desa Suradadi, yang tetap berada di bawah Jembatan Kali Cenang.

Kedua pasutri malang itu semula tinggal di Jalan Proklamasi No. 8 RT 7 RW 10 Kelurahan Tegalsari Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal. Di tahun 2000, rumah yang ditempatinya bersama keluarga besarnya itu terbakar habis.

Nah, pascakebakaran itulah, Tarsono tidak mempunyai tempat tinggal lagi dan tidak jarang sakit-sakitan. Saat ditemui kemarin, Tarsono tengah terkena herpes. Sekujur tubuhnya gatal-gatal dan memerah dan sebagian kulit luarnya mulai mengelupas.

Sebab sakitnya itu, Tarsono pun tidak dapat bekerja. Jadi dirinya dan istrinya, hanya mempercayakan makanan yang ada di kurang lebih gubuk. Menurut Tarsono, tidak jarang apabila rasa laparnya tidak dapat ditahan lagi, dirinya makan kadal dan minum perasan tebu milik petani yang telah mulai panen.

Saat disinggung tentang masa depan dirinya dan istrinya, dengan mata berkaca-kaca, dirinya hanya dapat menjawab dengan menghela nafas panjang. Psumbernya, untuk makan kali ini saja dirinya tidak tahu bakal mencari kemana, apalagi apabila ditanya masa depan yang belum pasti dapat dirinya lalui.

“Sekarang kondisi kesehatan saya terus memburuk sebab tidak mampu untuk berobat, bahkan, istri saya juga mulai ketularan herpes sebab disini tidk ada air untuk mandi,” katanya dengan suara terbata-bata.

Sementara sang istri, Triyani, mempunyai kisah yang tidak kalah kecewa. Sebelum berjumpa suaminya kurang lebih setahun silam, dirinya nasib menggelandang dan meminta-minta di kurang lebih Kota Tegal.

Akhirnya, dirinya berjumpa suaminya yang merasa kasihan dan akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah. Sejak sang suami tidak mempunyai tempat tinggal tetap, mereka nasib berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk sekadar berteduh dari sengatan matahari dan guyuran hujan sampai akhirnya mereka menempati kolong jembatan.

Beruntung, saat seorang warga yang merasa iba dan menyuruh mereka tinggal sementara di gubuk bawah jembatan. Kondisi semacam ini membikin penyakit yang diderita suaminya terus parah, jadi tidak dapat bekerja.

Berbagai kali dirinya mencoba untuk meminta bantuan untuk berobat, tetapi lokasi yang dirinya tempati dan KTP sumber mereka berdua tidak sama. Jadi akhirnya mereka hanya dapat pasrah menerima kondisi semacam ini.

“Jangankah untuk berobat, untuk makan saja kita terkadang wajib puasa sebab terbukti tidak ada yang dapat dimakan,” ujarnya sembari mengusap air mata.

sumber : radartegal.com

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar