Header Ads

Bahas Terorisme Dengan Wapres Amerika, Apakah NU Sudah Buta dan Tuli?


Katib 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence, menyusul aksi terorisme bertubi-tubi di dua daerah penting di Jawa Timur.

Perjumpaan dua tokoh ini berlangsung setelah berbagai kutukan dan kecemasan terjadi di berbagai tempat, termasuk negara-negara luar. Inggris, Singapura, Australia, dan Amerika Serikat bahkan mengeluarkan imbauan perjalanan (travel advice) bagi warganya yang berada di Indonesia.

"Luar biasa menyaksikan wakil presiden Amerika Serikat dan pemimpin organisasi Muslim terbesar di dunia yang berkeinginan kuat mempromosikan kebebasan beragama dan memerangi ekstremisme," kata Johnnie Moore, eksekutif komunikasi evangelis dan advokat kebebasan beragama internasional, yang terlibat dalam pertemuan tersebut.

Moore menambahkan, Mike Pence dan Yahya mengakhiri pertemuan dengan kesepakatan penuh tentang pentingnya melindungi minoritas dan melawan berbagai bentuk ekstremisme yang mengatasnamakan agama.

"Ini (NU) bukan organisasi yang dipimpin oleh umat Muslim awam. Ini organisasi pemimpin bersejarah di dunia selama beberapa generasi dalam mempromosikan Islam toleran yang sepenuhnya berpadu dengan nilai-nilai kebebasan beragama serta koeksistensi damai dan mencintai sesama," lanjutnya.

Setelah pertemuan itu, Pence mempublikasikan foto dirinya dan pria yang akrab disapa Gus Yahya itu di Twitter seraya memujinya atas upaya Nahdlatul Ulama.

"Upaya mereka menentang Islam radikal sangat penting di Indonesia—di mana kami menyaksikan serangan keji terhadap orang Kristen," tulis Pence. "@POTUS, admin Trump berdiri bersama NU dalam perjuangannya untuk kebebasan beragama dan memerangi terorisme." 

Lucu sekaligus SEDIH. Apakah NU sudah buta dan tuli terhadap kelakuan Amerika Serikat selama ini? Membahas terorisme dengan Amerika Serikat, sama dengan curhat tentang perdamaian dengan seorang pembunuh berdarah dingin, yang tangannya selalu berlumuran darah orang yang telah dibantai!

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar