Header Ads

Penuhi Janji, Anies-Sandi Segera Jual Saham Bir, "Tidak Pantas Ibukota Negara Muslim Terbesar punya Saham Bir"


Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melepas saham di PT Delta Djakarta, Tbk, perusahaan pembuat bir. Kepastian pelepasan saham ini sudah dikatakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhir pekan lalu.

Rencana penjualan saham ini tak lepas dari janji kampanye Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno saat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Saat itu, Sandiaga berjanji melepas kepemilikan modal Pemprov DKI di Delta Djakarta karena dianggap tak membawa banyak manfaat untuk warga.

“Ke depan, kalau saya jadi gubernur, akan saya jual [saham di Delta Djakarta]. Tidak pantas bahwa ibu kota negara dengan muslim terbesar di dunia punya saham di perusahaan bir. Buat saya itu tidak masuk akal,” kata Sandiaga di Rawasari Timur, Jakarta Pusat, Rabu, 30 November 2016.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diketahui sudah menanamkan modal di perusahaan produsen minuman beralkohol itu sejak 1970-an. Di perusahaan itu, Pemprov DKI menjadi pemegang saham utama bersama San Miguel Malaysia (L) Private Limited.

Lantas, akankah pelepasan saham di produsen dan distributor beberapa merek bir terbaik di dunia di bawah merek Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih ini menguntungkan?

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Michael Rolandi mengungkap keuangan yang didapat Pemprov DKI tak hanya berasal dari saham di PT Delta Djakarta Tbk. Menurut Michael, pelepasan ini justru membuat Pemprov DKI harus mampu mencari pemasukan dari sektor lain.

“[Karena] Pemasukan DKI kan enggak hanya dividen, banyak,” ujar Michael di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (9/4/2018).

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan mengafirmasi pernyataan Michael ihwal potensi penerimaan keuangan yang didapat Pemprov DKI di luar saham. Akan tetapi, Alfred meyakini hasil yang didapat tak sebesar dividen yang selama ini diraih pemerintah ibu kota dari PT Delta Djakarta Tbk.

“Delta Djakarta kan emiten yang punya kinerja keuangan cukup bagus. Return equity-nya ada di atas 25 persen. Ketika Pemprov DKI keluar, apakah mereka bisa menemukan unit bisnis yang seperti ini lagi kinerja keuangannya?” ujar Alfred Nainggolan kepada Tirto, Selasa (10/4/2018).

Jika dihitung berdasarkan jumlah dan harga per lembar saham, nilai total penyertaan modal Pemprov DKI di perusahaan induk minol merk Carlsberg dan Anker Beer itu mencapai Rp934,23 miliar.

Menurut Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas Alfred Nainggolan pelepasan saham di PT Delta Djakarta akan membuat Pemprov DKI untung dan memberi tambahan uang bagi APBD.

“Karena kalau melihat dari kondisi pasar saat ini, nilainya [saham] jauh lebih tinggi dibanding penyertaan modal yang pernah ditanam Pemprov DKI sebelumnya,” kata Alfred. (tirto)
Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar