Header Ads

MAKIN ANGKER! Setelah Banjir Bandang, Air Terjun Dua Warna Dijaga Harimau


Pasca banjir bandang menerjang kawasan wisata alam, Air Terjun Dua Warna, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, Minggu 15 Mei 2016 dan menewaskan puluhan jiwa, masih sepi pengunjung dan terkesan angker.

Batang kayu berikut akar menjulang, disertai endapan batu dan pasir terpajang menggunung di sekitar ‘Sampuren’ (Danau tumpahan air terjun). 

Bahkan, perasaan pun tambah cemas dan ketakutan saat melihat sosok Si Raja Rimba (harimau) bertubuh besar, melintas di sekitar tebing dekat sampuren pelan-pelan meninggalkan gua kecil ditumbuhi hutan belantara itu.

Gua kecil itu diduga tempat sang raja rimba berteduh beberapa hari setelah melihat bekasnya tidur dan telapak kakinya berdiameter 5 inci di tanah. Cukup angker dan menakutkan.

Setidaknya, itulah pengalaman yang dialami Ramlan Barus, Kepala UPT Tahura, Dinas Kehutanan Pemprovsu, seperti dituturkannya kepada wartawan usai menyelusuri kawasan hutan Tahura di perbatasan Karo-Deliserdang, Selasa (17/4/2018) siang. 

Ramlan Barus bercerita didampingi stafnya, Lemuk Barus, Damson Sinulingga dan Fendi P Siadari. Peristiwa itu terjadi, menurut dia, terlihat saat tim Tahura meninjau kawasan Air Terjun Dua Warna, guna mengetahui kondisi kawasan air terjun yang menewaskan puluhan jiwa akibat banjir bandang tersebut.

“Tanpa pengawasan pihak terkait, jangan coba-coba mengunjungi kawasan tersebut. Selain rawan, dan mengundang banyak bahaya untuk memasuki kawasan daerah itu,” sebut Ramlan Barus.

Air terjun dua warna dengan jarak tempuh berkisar 6 km, dengan jalur pendakian menempuh waktu 3 hingga 4 jam untuk perjalanan pulang-pergi terhitung dari lapangan Pramuka Sibolangit.

Dibutuhkan stamina prima untuk menempuh jalan menuju air terjun, yang memiliki banyak persimpangan, sehingga bisa membuat pengunjung kesasar menyelusuri hutan rimba, terjal, selain harus melintasi tebing jurang serta bebatuan, memanfaatkan urat kayu di lereng tebing, Apalagi melewati arus sungai yang deras.

Bebatuan licin menuju sampuren air terjun membutuhkan keterampilan khusus dan bekal yang cukup dari setiap pengunjung ingin melintasinya.

 “Kalau tidak salah, ada 16 korban jiwa, dan 57 orang selamat dari bencana banjir bandang Air Terjun Dua Warna. Peristiwa itu tercatat merupakan bencana tragis selama 2016. Termasuk turis Wolter Klaus, 49, asal Jerman yang ditemukan tewas hanyut terdampar di bebatuan tepi sungai,” bebernya.

Kawasan Air Terjun Dua Warna merupakan bagian Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan yang total luasnya 39.678 ha, mencakup wilayah Kabupaten Karo, Deliserdang dan Langkat. (bay)

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar