Header Ads

Ketika 'Umar bin Khatab' Melanggar Hukum, Tapi Tetap Dijadikan Teladan


"Jadi supaya diketahui kalau kita pingin naik motor,spionnya harus ada, seinnya ada, lampunya ada, (pelat) nomornya ada, semuanya ada. SIM-nya juga ada, jadi harus komplit semua."

Begitu bunyi anjuran Ir. H. Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia saat pawai menggunakan chopper berwarna emasnya.

Namun, tampaknya Presiden Jokowi harus memikirkan seribu kali lagi jika ingin mengeluarkan statement. Buktinya, mata jeli netizen langsung menangkap kejanggalan antara ucapan dan perbuatan Pak Presiden.

Lampu Depan Tidak Menyala

Pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu utama saat di siang hari. Namun demikian, aturan yang telah tercatat di Undang-Undang RI Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ini nyatanya masih sering diabaikan.

seharus nya sebagai suritauladan,beliau lah yg memberikan contoh bagaimana pemimpin itu taat hukum.contoh kecil saja dia abaikan bagaimana mungkin akan jadi umar bin khatab 😂😂😂😂

note :yg bukan presiden aja nyalain lampu taat humum..masa umar bin khatab mengabaikan humum..pantas kan #2019gantipresiden. Tulis Rio Dewanto.


Tentang Spion yang Tak Sesuai

Pasal 37 Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan :

a. berjumlah 2 (dua) buah atau lebih; dan
b. dibuat dari kaca atau bahan lain yang dipasang pada posisi yang dapat memberikan pandangan ke arah samping dan belakang dengan jelas tanpa mengubah jarak dan bentuk objek yang terlihat.

PP No 55 Tahun 2012 merupakan peraturan pelaksana dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Diantaranya memerintahkan bahwa setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis dan laik jalan, seperti tertuang dalam Pasal 106, angka 3.

Dalam UU No 22 Tahun 2009 tepatnya pada Pasal 285 angka 1, juga menjelaskan mengenai sanksi pidana atau denda bagi pengendara yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan pada kendaraan yang dikemudikannya, yakni pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak 250 ribu rupiah.

Bagaimana nih pak polisi? Kok malah dijadikan teladan?
Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar