Header Ads

Prof Yusril : Alfian Bisa Dibebaskan


Guru Besar Ilmu Hukum Prof Dr Yusril Ihza Mahendra mengatakan terdapat cukup alasan bagi Pengadilan membebaskan Alfian Tanjung dari segala dakwaan. Menurut Yusril, perbuatan Alfian Tanjung bukanlah tindak pidana.

Alfian didakwa ke pengadilan dengan tuduhan melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap PDI Perjuangan. Alfian didakwa melanggar pasal 310 dan pasal 311 KUHP jo Pasal 27 dan 28 UU ITE, melakukan pencemaran nama baik dengan menggunakan media elektronik.

"Pasal 310 KUHP itu adalah pasal fitnah dan pencemaran nama baik yang ditujukan adalah orang perseorangan (natuurlijk person), bukan organisasi (rechtsperson)," kata Yusril usai memberikan keterangan ahli di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Yusril mengatakan beda halnya kalau yang merasa difitnah dan dicemarkan nama baiknya adalah ketua umum atau sekjen PDIP. Pasal 156 KUHP mengatur pencemaran terhadap golongan atau SARA dan Pasal 206-208 KUHP mengatur pencemaran terhadap aparatur negara.

Karena dalam hukum pidana tidak boleh ada analogi, kata Yusril, terdapat kevakuman hukum terhadap kemungkinan pencemaran nama baik terhadap partai politik. Oleh karenanya hakimlah yang harus menggali hukum dan menciptakan yurisprudensi mengatasi kevakuman ini.

Yusril menambahkan, andai pun fitnah dan pencemaran nama baik yang dilakukan Alfian memang ada, tetapi Alfian melakukannya dalam konteks kepentingan umum. Sehingga menurut Pasal 310 ayat 3 KUHP sifat pidananya menjadi hilang.

"Dengan demikian, jika dalam sidang dapat dibuktikan unsur kepentingan umum itu, Alfian bisa dibebaskan atau setidak-tidaknya dilepaskan (ontslaag) dari segala dakwaan," tukas Yusril.

Memang tidak selalu mengambil langkah hukum pemerintah, tugas kami, Pak Ustaz, itu dakwah. Jadi kalau komunisme ada upaya-upaya untuk menghidupkannya kembali, saya yakin nasihat ceramah-ceramah Pak Ustaz, mubalig, 'hati-hati ada komunisme'," kata Yusril di Pengadilan Negeri Jakpus, Jl Bungur Besar Raya, Rabu (28/3/2018).

"Menurut saya, perlu klarifikasi bahwa 'tidak betul, itu hanya sikap pribadi'. Jadi klarifikasi itu menenteramkan orang, yang saya lihat klarifikasi tidak terjadi," kata Yusril.

Menurut Yusril, saat ini yang menjadi concern adalah soal antikorupsi, bukan soal komunisme. Bagi pihak yang sangat perhatian terhadap isu komunisme, seperti Alfian Tanjung, wajar bila itu disampaikan. [dem]
Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar