Header Ads

Ini Dia Kronologi dan Klarifikasi Pembacokan Ustad di Bogor


Kabar penyerangan dan pembacokan terhadap ulama Bogor, Ustadz Sulaeman masih simpang-siur. Sejurus kemudian, beredar klarifikasi kronologis pembacokan.

Klarifikasi itu beredar melalui grup-grup percakapan dan media sosial.

Akan tetapi, belum jelas apa hubungan pembuat klarifikasi pembacokan dengan Ustadz Sulaeman.

Berikut klarifikasi kronologis pembacokan tersebut:

KLARIFIKASI KORBAN PEMBACOKAN
Assalamualaikum Wr. Wb.

Kepada Kaum Muslimin Muslimat dimanapun berada, saya Mau klarifikasi berita yang beredar di media sosial tentang Ust. Sulaeman Yang beralamat di Kp. Cijambe Desa Banyu Asih Kec. Cigudeg yang di bacok bapak Jamhari (dalam keadaan hilang ingatan sudah menahun)

Kronologisnya, pagi hari ngopi bareng di rumah bapak jamhuri setelah itu Ust. Sulaiman pergi ke kebon durian untuk menunggu dan mengambil durian yang matang, tidak disangka dan diduga datang Jamhari (yg hilang ingatan tersebut) untuk mencari Jamhuri adik dari Ust Sulaiman, dengan mengacungkan golok sambil ngancam akan membunuhnya, dan terjadilah pembacokan terkena pipi bagian kanan dan kepala.

Menurut keterangan A. Hudori Ketua BPD Desa Banyu Asih menyampaikan, Setelah kejadian tersebut korban masih sadar dan sempat berjalan pulang dan mencuci darah yang berlumuran hingga ditolong sama Bapak Bukhari salah satu ketua RW di desa tersebut, dan di Bawa ke Kantor Desa Banyu asih,

Setelah dikantor desa di Bawa ke puskesmas Rumpin oleh Bapak Mudis Kepala Desa Banyu Asih dan kemudian di rujuk ke kelinik dr. Fikri di Parung hingga kini korban di rawat.

Sedangkan Barang bukti (golok) di amankan sdra Dori dan pelaku sedang di urus Surat – Surat untuk dikirim ke RSJ.

Menurut keterangan Keluarga Pelaku akan bertanggungjawab atas kejadian tersebut.

Dengan demikian mohon photo tersebut hentikan penyebarannya, kasian korban, dan mohon doanya agar korban kembali sehat dan bisa ibadah dengan semestinya warga Kp. Cijambe menanti suara merdu beliau dalam lantunan azan dan ketika menjadi imam sholat.

Terimakasih
Uwaesul Qurni

Sebelumnya, Kapolres Bogor AM Dicky menyatakan bahwa kabar tersebut tidak benar.

“Kami telah menelusuri informasi tersebut. Infonya hoax,” ujarnya dikutip dari detik.com, Rabu (7/2/2018).

Dalam informasi yang beredar itu, Dicky memastikan langsung mengecek ke Desa Sinar Asih, Cigedug, Bogor.

Hasilnya, pihaknya sama sekali tak menemukan kebenaran informasi dimaksud.

Saat ini, polisi juga sudah berusaha mengontak akun facebook yang diduga pertama kali menguggah kabar tersebut.

“Sudah dicek, nggak ada. Kita sedang hubungi akunnya belum ada respons untuk cari informasi detailnya juga,” tandas AM Dicky.
Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar