Header Ads

Ini Kronologi Lengkap GMBI Babak Belur Dihajar Gabungan Ormas di Bekasi


Lima organisasi masyarakat (ormas) bentrok di depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis (25/1/2018) siang. Akibatnya, Anggota ormas dari Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) bernama Herdi (41), mengalami luka bocor di kepala.

Selain Herdi, ada beberapa anggota ormas lainya mengalami luka–luka. Bahkan, tiga mobil yang terparkir di pinggir jalan hancur akibat bentrokan tersebut. Hingga berita diturunkan, kondisi Jalan Ahmad Yani masih mencekam dan masih banyak ormas yang bertahan.

Herdi diamuk massa saat berusaha mengejar barisan rekan-rekannya menggunakan sepeda motor Honda Vario bernopol B 3520 KMT. Saat itu, ratusan massa dari GMBI dipukul mundur petugas Satpol PP Kota Bekasi dan Polres Metro Bekasi Kota ke arah selatan.

Mereka dipukul mundur karena terlibat bentrok dengan dua ormas lainnya, yakni Pemuda Pancasila (PP) dan Forum Betawi Rempug (FBR) yang berada di halaman dalam Plaza Pemerintah Kota Bekasi. Ketika massa GMBI dipukul mundur ke arah selatan, korban Herdi berupaya mengejarnya dari arah utara. Selain itu ada Ormas Gibas, AMS, dan Forum Warga Bekasi (FWB).

Sialnya, identitas Herdi terungkap karena saat mengendarai motor dia mengenakan seragam kemeja GMBI. Massa dari dua ormas yang melihatnya langsung menggeroyok Herdi menggunakan tangan kosong. Bahkan puluhan massa yang mengeroyoknya sempat memukul kepala Herdi.

Sehingga, Herdi mengalami luka cukup parah dan babak belur karena dipukul menggunakan pecahan batu hingga berdarah. Konsentrasi petugas terhadap massa GMBI akhirnya terpecah. Ratusan personel Satpol PP dan Polrestro Bekasi Kota kembali mundur untuk melerai dua massa yang mengeroyok Herdi.

Melihat rekannya diamuk dari kejauhan, massa GMBI kembali maju ke arah petugas untuk menolong Herdi. Namun upaya mereka gagal karena dihalau petugas dan massa FBR serta PP. Oleh petugas, Herdi dievakuasi ke truk Sabhara Polrestro Bekasi Kota.

Bentrok antar dua kelompok tidak mampu terelakkan. Sebab, massa dari tiga ormas saling melempari batu. Petugas berusaha berlindung menggunakan tameng dan helm dengan membentuk berikade. Bahkan beberapa petugas terpaksa melontarkan gas air mata ke arah massa.

Pengendara yang sedang melintas di ruas Jalan Ahmad Yani pun ikut panik. Mereka berebut memutar arah kendaraan lewat Jalan Ir. H. Djuanda. Oleh kepolisian, ruas Jalan Ahmad Yani terpaksa ditutup beberapa saat. "Kondisinya sudah mulai kondusif," kata Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Indarto di lokasi.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan, dalam bentrok itu ada 20 orang anggota ormas terluka. "Ada 20 orang anggota ormas yang terluka, 18 dari GMBI dan 2 orang dari ormas gabungan di Bekasi," katanya kepada wartawan, Kamis (25/1/2018).

Korban luka kebanyakan di kepala akibat terkena lemparan batu. Dua ormas dari Bekasi yang terluka adalah Hermansyah yang terluka di belakang kepala dan kini dirawat di RSUD Bekasi dan Faisal yang terkena lemparan batu di dada, keduanya anggota ormas Pemuda Pancasila.

Sedangkan dari pihak GMBI, korban luka, adalah Kosasih, Yakub, Deri, Oji, Rukmana, Oden, Penjol, Roni, Sarja, Tagor, Yusuf, Landus, Kasan, Miftahudin, Paing, Ali Muksin, Firmansyah, dan Roni.

Untuk kendaraan yang rusak, mobil milik LSM GIBAS berupa Daihatsu Feroza warna Biru B 1158 NLQ rusak seluruh kaca mobil pecah, Avanza warna biru B 1095 YL kerusakan seluruh kaca mobil pecah, Datsun GO warna Putih B 1761 KRI kerusakan seluruh kaca pecah dan body penyok. Ada juga 3 unit sepeda motor, rincian Honda Blade warna merah B 6900 TOU,
Honda spacy warna hitam F 5862 RY, dan Honda Beat warna merah B 3447 FHS.

(mhd)

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar