Header Ads

Resepsi Pernikahan Anak Presiden Bukan Buat Rakyat Kecil!!! Ini Buktinya...


Resep pernikahan Bobby Nasution dan Kahiyang di Medan, 24-26 November 2017 disetting agar tidak dimasuki rakyat jelata. Demi menjaga acara agar steril dari bau rakyat miskin, undangan dicetak khusus. Lengkap dengan barcode atau hologram.

“Jadi kami tidak menyediakan buku tamu. Cukup dengan undangan ini saja. Dalam undangan ada dua kartu kehadiran yang dilengkapi barcode. Yang tidak memiliki kartu berbarcode tidak bisa masuk ke lokasi acara. Nanti dapat diketahui apakah undangan ini asli atau tidak. Jadi tidak bisa dipalsukan,” ujar Ridwan Lubis, Panitia Seksi Acara dan Undngan Acara dalam temu pers di Media Center Resepsi Bobby-Kahiyang, Senin (20/11/2017).

Ridwan menjelaskan keluarga mencetak sebanyak 2.500 undangan. Dimana, tiap undangan untuk dua orang dengan estimasi yang hadir 5000 orang

Selain itu, dia mengungkapkan, pihak keluarga menyiapkan dua jenis undangan, yakni undangan untuk acara adat dan undangan umum untuk resepsi. Undangan adat dapat dihadiri tanggal 24 dan 25 November, sedangkan undangan umum dipergunakan tanggal 26 November.

“Untuk undangan ada dua, satu untuk adat dan satu untuk umum,” lanjutnya.

Pada hari resepsi nanti, undangan umum dibagi dua shift. Pertama pukul 09.30 -12.00 WIB dan shift kedua pukul 13.30 – 15.30 WIB. Baik undangan umum maupun undangan adat, keduanya dilengkapi kartu kecil dengan barcode yang harus dibawa tamu agar dapat masuk ke lokasi acara.

Dia juga mengungkapan dari 2.500 undangan, sekira 400-an undangan dibagikan kepada tamu VIP seperti pejabat negara, mulai dari menteri, kepala daerah hingga anggota DPR dan DPRD. Untuk undangan umum mulai dari kementerian, pejabat tinggi negara dan konsulat jenderal di Medan. Ada juga Muspida Plus yaitu seluruh bupati dan wali kota se-Sumut, anggota DPR dan DPD RI dari daerah pemilihan Sumut dan seluruh anggota DPRD Sumut.

“Sebagaimana diketahui, kakak kandung Bobby yaitu Mbak Inge adalah anggota DPRD Sumut,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, rakyat Medan sangat antusias dengan acara ngunguuh mantu ini. Namun dengan pengawalan acara yang sangat ketat, warga Medan diharap tidak mendekati lokasi acara. Karena ini pesta kaum bangsawan beraroma parfum mahal, bukan aroma keringat rakyat jelata. (nin/ps/rp)

Download Aplikasi Berita Radar Pribumi di SINI

Silahkan KLIK LIKE :







Tidak ada komentar